12 16:38:02 Agustus 2026
| Qonik Hanifa
Dari Ruang Kelas Menuju Ruang Masa Depan: Kelas XII SMK MUDA Jelajah UMSIDA
Sidoarjo, 12 Agustus 2026- Ada perjalanan yang sekadar membawa seseorang berpindah tempat. Namun, ada pula perjalanan yang membawa seseorang semakin dekat dengan masa depan. Bagi siswa kelas XII SMK Muhammadiyah 2 Surabaya (SMK MUDA), kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada Rabu (12/8/2026) menjadi perjalanan jenis kedua: sebuah langkah kecil untuk mengenali dunia yang akan mereka masuki setelah seragam putih abu-abu ditanggalkan.
Sebanyak 50 siswa didampingi 5 guru mengikuti outing class yang dikemas dalam konsep campus tour dengan menjelajahi tiga lokasi UMSIDA sekaligus, yakni Kampus 3 di Lebo, Kampus 1, dan Kampus 2. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dari SMK MUDA dan berlanjut hingga sore hari sebelum rombongan kembali ke Surabaya. Surat balasan UMSIDA mencatat kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 dengan peserta 50 siswa dan guru pendamping.
Bukan Sekadar Melihat Kampus
Kampus 3 UMSIDA di Lebo menjadi pintu pertama perjalanan. Sesampainya di lokasi, siswa mengikuti registrasi, pembukaan, hingga sesi sambutan dan paparan mengenai perguruan tinggi. Suasana semakin hangat ketika rombongan SMK MUDA disambut oleh Kepala Bidang Promosi, Pemasaran dan Admisi, dr. Ferry Adhi Dharma, S.I.Kom., M.I.Kom.
Dalam paparannya, siswa mendapatkan gambaran mengenai UMSIDA, lingkungan akademik, fasilitas, serta berbagai benefit yang dapat menjadi pertimbangan ketika mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Bagi siswa kelas XII, informasi semacam ini bukan sekadar tambahan wawasan. Ini adalah bekal untuk menjawab sebuah pertanyaan besar yang sebentar lagi mereka hadapi: “Setelah lulus, ke mana langkah saya berikutnya?”
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tur Kampus 3. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan didampingi mahasiswa sebagai Liaison Officer (LO) untuk mengenal fasilitas serta laboratorium yang tersedia.
Tiga Kampus, Tiga Perspektif
Perjalanan tidak berhenti di Kampus 3. Rombongan bergerak menuju Kampus 1 untuk mengikuti tur berikutnya. Di sini, siswa kembali diajak melihat lebih dekat lingkungan belajar dan berbagai fasilitas yang tersedia.
Setelah sesi ishoma dan makan siang, perjalanan berlanjut menuju Kampus 2. Satu demi satu ruang, fasilitas, dan lingkungan akademik diperkenalkan kepada siswa.
Tiga kampus yang dikunjungi seolah menjadi tiga halaman dalam sebuah buku. Kampus 3 membuka rasa ingin tahu, Kampus 1 memperluas perspektif, dan Kampus 2 menambah keyakinan bahwa pilihan masa depan harus dikenali sebelum ditentukan.
Ketika Siswa Mulai Membayangkan Masa Depannya
Antusiasme terlihat jelas sepanjang kegiatan. Salah satunya dirasakan Zulva, siswa SMK MUDA yang mengikuti room tour dengan penuh semangat.
Menurutnya, kesempatan mengunjungi Kampus 3, Kampus 1, hingga Kampus 2 memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar mengetahui informasi kampus melalui media sosial atau cerita orang lain.
“Dengan melihat langsung kampusnya, saya jadi lebih punya gambaran. Kita bisa merasakan suasananya, melihat fasilitasnya, dan menjadikannya pengalaman untuk menentukan pilihan kampus nanti,” ungkap Zulva.
Kalimat sederhana itu sesungguhnya menyimpan makna besar. Sebab, pilihan masa depan sering kali dimulai dari pengalaman kecil yang membuat seseorang berkata, “Oh, ternyata seperti ini.”
Edukasi untuk Menentukan Arah
Humas SMK MUDA, Qonik Hanifa, S.Pd., Gr., M.M., menyampaikan bahwa outing class ini merupakan bagian dari edukasi dan pemberian referensi kepada siswa kelas XII untuk mempersiapkan rencana studi lanjut.
Menurutnya, siswa tidak cukup hanya mendapatkan informasi tentang perguruan tinggi dari brosur atau internet. Mereka perlu melihat langsung, bertanya, merasakan atmosfer kampus, dan mendapatkan pengalaman sebagai bahan pertimbangan.
“Anak-anak kelas XII sedang berada di persimpangan. Mereka bukan hanya membutuhkan jawaban tentang mau kuliah di mana, tetapi juga perlu belajar bertanya kepada dirinya sendiri, ingin menjadi siapa. Karena itu, pengalaman mengunjungi kampus menjadi bagian penting dalam proses mengenali masa depan,” tuturnya.
Karena Masa Depan Tidak Datang dengan Sendirinya
Outing class SMK MUDA ke UMSIDA akhirnya bukan hanya tentang 50 siswa, 5 guru, tiga kampus, dan satu hari perjalanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk melihat bahwa dunia setelah sekolah ternyata begitu luas.
Ada kampus yang bisa dijelajahi. Ada pilihan yang bisa dibandingkan. Ada cita-cita yang bisa dipetakan. Dan ada masa depan yang perlahan mulai dibayangkan.
Dari kelas, mereka belajar teori. Dari perjalanan, mereka belajar memilih. Dari pengalaman, mereka belajar menentukan arah.
SMK MUDA percaya bahwa pendidikan bukan sekadar menyiapkan siswa untuk mendapatkan ijazah, tetapi membekali mereka agar siap membuka pintu kehidupan berikutnya.
Sudah siap menemukan potensi, mengasah kompetensi, dan merancang masa depan?
Yuk, bergabung bersama SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Karena di SMK MUDA, masa depan bukan hanya ditunggu—tetapi dipersiapkan, diperjuangkan, dan diwujudkan!
