01 10:50:13 September 2026    |   Qonik Hanifa
25 Mitra Industri, Satu Tujuan: Membentuk Generasi SMK MUDA yang Siap Berkarya

SMK Muhammadiyah 2 Surabaya Bekali Peserta Prakerin 2026 dengan Kompetensi, Adab, dan Kesiapan Dunia Kerja

Surabaya, 31 Agustus 2026 — Menjelang pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Tahun Pelajaran 2026/2027, SMK Muhammadiyah 2 Surabaya menggelar kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Peserta Prakerin pada Senin (31/8/2026) di Aula Nyai Walidah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempersiapkan peserta didik agar tidak hanya siap secara kompetensi, tetapi juga memiliki karakter, etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab ketika terjun langsung ke dunia industri.

Berdasarkan rundown kegiatan, acara diawali dengan pembukaan, pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Pelaksana Prakerin, sambutan Kepala Sekolah, pembekalan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), ceremonial penyematan tanda peserta, pembacaan ikrar Prakerin, hingga doa penutup.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Prakerin, Qonik Hanifa, S.Pd., Gr., M.M., menyampaikan bahwa Prakerin bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi program pembelajaran, melainkan menjadi jembatan bagi peserta didik untuk mengenal dunia kerja secara nyata.

“Prakerin adalah ruang belajar yang berbeda. Di dunia industri, waktu menjadi tanggung jawab, pekerjaan adalah amanah, sikap menjadi penilaian, dan kepercayaan harus diperjuangkan,” tuturnya.

Ia juga melaporkan bahwa Prakerin Tahun Pelajaran 2026/2027 akan dilaksanakan mulai 1 September 2026 hingga 28 Februari 2027, dengan melibatkan 25 perusahaan rekanan sebagai tempat peserta didik belajar dan mengembangkan kompetensi sesuai bidangnya.

Pesan penting juga disampaikan Kepala SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, Hijri Alaudin, S.Kom., Gr. Dalam arahannya, ia mengingatkan peserta didik agar pengalaman di dunia industri tidak membuat mereka meninggalkan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di sekolah.

“Di mana pun kalian berada, tetap jaga shalat dan adab. Jangan sampai ketika masuk dunia kerja kalian mendapatkan banyak ilmu, tetapi kehilangan karakter, pesannya".

Menurutnya, kompetensi memang penting untuk menghadapi dunia kerja, tetapi karakter dan akhlak menjadi fondasi yang akan menentukan bagaimana seseorang dipercaya dan dihargai. Ia berpesan agar peserta didik senantiasa menjaga nama baik diri, keluarga, dan sekolah dengan menunjukkan sikap disiplin, sopan, jujur, bertanggung jawab, serta mampu menghormati setiap orang di lingkungan kerja.

Pembekalan semakin lengkap melalui sesi dari Dunia Usaha dan Dunia Industri, yang memberikan wawasan praktis mengenai housekeeping, kuliner, serta Standard Operating Procedure (SOP) di hotel. Materi ini memberikan gambaran kepada peserta didik tentang standar kerja profesional yang akan mereka hadapi selama berada di industri.

Ikuti Kami