03 13:05:28 Oktober 2026    |   Qonik Hanifa
TVMU Jatim 1 dan SMK MUDA: Merawat Dakwah, Menghidupkan Gagasan, Melahirkan Karya

SURABAYA – Dari balik kamera, sebuah gagasan sedang disiapkan untuk menjangkau ruang publik. Sabtu (3/10/2026), Studio 2 TVMU Jatim 1 di lingkungan SMK Muhammadiyah 2 Surabaya kembali hidup dengan aktivitas produksi program "Ngaso Ngaji Sore". Dua tema yang dihadirkan tidak sekadar menjadi bahan perbincangan di depan kamera, tetapi membawa pesan tentang masa depan amal usaha Muhammadiyah, wajah dakwah di tengah perubahan zaman, serta pentingnya media yang terus tumbuh dan memberi pencerahan.

Dua sesi tapping tersebut menghadirkan narasumber dari latar belakang yang berbeda. Tapping pertama mengangkat tema “Transformasi Amal Usaha Muhammadiyah Menuju World Class Institution”, menghadirkan "Marisa Izzah, M.Pd", Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Bangil sekaligus Wakil Ketua Bidang PAUDDASMEN PDA Pasuruan, dengan Irwan, M.Pd.I sebagai host.

Tema ini menjadi penting ketika amal usaha Muhammadiyah dihadapkan pada perubahan masyarakat yang berlangsung begitu cepat. Lembaga pendidikan dan amal usaha tidak cukup hanya mempertahankan apa yang sudah berjalan. Diperlukan keberanian untuk mengevaluasi, memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan inovasi, serta membangun budaya mutu.

Gagasan *world class institution* dalam dialog tersebut tidak berhenti pada persoalan fasilitas atau pencapaian administratif. Lebih jauh, transformasi berbicara tentang bagaimana sebuah lembaga mampu memberikan layanan terbaik, memiliki sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjadikan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai fondasi.

Marisa Izzah melihat media sebagai salah satu instrumen penting untuk memperluas dampak gagasan tersebut. Menurutnya, pengalaman baik yang lahir dari amal usaha perlu dibagikan agar tidak berhenti menjadi keberhasilan internal sebuah lembaga.

“Ketika pengalaman baik dibagikan melalui media, ia bisa menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk terus bergerak dan melakukan perbaikan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam dialog tersebut.

"Dakwah yang Hadir dengan Bahasa Zaman"

Tapping berikutnya membawa suasana pada pembahasan yang tidak kalah strategis. “Moderasi Beragama dan Dakwah Pencerahan” menjadi tema yang diangkat bersama Ust. Abdul Basith Mualy, M.A., dengan Marisa Izzah, M.Pd. sebagai host.

Di tengah derasnya arus informasi, dakwah menghadapi ruang yang semakin luas sekaligus kompleks. Pesan keagamaan kini dapat diterima masyarakat melalui berbagai kanal. Karena itu, dakwah membutuhkan kemampuan untuk hadir secara kontekstual tanpa kehilangan kedalaman nilai.

Moderasi beragama menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang membangun pemahaman, menjaga keseimbangan, dan mengedepankan sikap saling menghargai. Dakwah pencerahan bukan hanya tentang menyampaikan apa yang benar, tetapi juga bagaimana kebenaran itu disampaikan dengan cara yang bijaksana dan dapat diterima oleh masyarakat.

Ust. Abdul Basith Mualy menilai perkembangan media harus menjadi peluang bagi dakwah untuk memperluas jangkauan. TVMU, menurutnya, memiliki ruang strategis untuk menghadirkan narasi keislaman yang mencerahkan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Di era ketika masyarakat dapat menerima begitu banyak informasi dalam hitungan detik, media dakwah dituntut bukan hanya hadir, tetapi juga mampu memberikan kedalaman. Kecepatan informasi perlu berjalan bersama ketepatan pesan, keluasan wawasan, dan nilai yang membawa kemaslahatan.

"TVMU Tidak Hanya Bersiaran, tetapi Memberi Pencerahan"

Kedua sesi tapping tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana TVMU Jatim 1 terus membangun ruang dialog yang mempertemukan tokoh, pendidik, aktivis, dan masyarakat dengan berbagai gagasan aktual.

Bagi para narasumber, hadir di layar TVMU bukan sekadar memenuhi agenda produksi. Ada harapan agar setiap tayangan memiliki nilai yang dapat dibawa pulang oleh penonton.

TVMU diharapkan terus melakukan inovasi, mengikuti perkembangan teknologi dan pola konsumsi media masyarakat, tetapi tetap menjaga karakter sebagai media yang menghadirkan nilai, pendidikan, dakwah, dan pencerahan.

"Media boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi misi untuk memberi manfaat harus tetap menjadi ruhnya."

Semangat itulah yang terlihat dari Studio 2 TVMU Jatim 1 di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Studio tersebut bukan hanya menjadi tempat produksi siaran, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara dunia pendidikan, media, teknologi, dan industri kreatif.

Bagi peserta didik, aktivitas produksi memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sebuah konten profesional disiapkan dan diproduksi. Mereka dapat menyaksikan secara langsung bahwa kemampuan komunikasi, teknologi, kreativitas, kerja tim, kedisiplinan, dan tanggung jawab merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia profesional.

"SMK MUDA: Sekolah yang Belajar dari Dunia Nyata"

Kehadiran Studio 2 TVMU Jatim 1 di lingkungan sekolah memperkuat semangat SMK Muhammadiyah 2 Surabaya sebagai sekolah produktif.

Sekolah produktif bukan sekadar sekolah yang mengajarkan keterampilan, tetapi sekolah yang memberikan ruang kepada peserta didik untuk menghasilkan karya dan mengalami proses kerja secara nyata.

Belajar tidak berhenti ketika guru menutup buku. Belajar dapat berlangsung ketika kamera dinyalakan, ketika sebuah program diproduksi, ketika sebuah gagasan didiskusikan, ketika sebuah karya dievaluasi, dan ketika siswa belajar bekerja bersama dalam sebuah tim.

Semangat inilah yang terus dikembangkan SMK Muhammadiyah 2 Surabaya dalam menyambut PPDB Tahun Pelajaran 2027/2028. Sekolah membuka ruang bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi insan yang bertaqwa, kompeten, mampu bekerja sama, kreatif, dan siap menghadapi dunia kerja serta perkembangan zaman.

Karena pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diterima siswa, tetapi seberapa jauh pengetahuan tersebut mampu berubah menjadi keterampilan, karakter, dan karya.

Tapping Ngaso Ngaji Sore pada Sabtu, 3 Oktober 2026 pun menjadi lebih dari sekadar aktivitas produksi televisi. Ia menjadi gambaran kecil dari sebuah ekosistem yang sedang dibangun: media yang mencerahkan, dakwah yang relevan, amal usaha yang terus bertransformasi, dan sekolah yang terus melahirkan karya.

Dari Studio 2 TVMU Jatim 1, suara-suara kebaikan diproduksi. Dari SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, generasi produktif dipersiapkan.

Karena ketika gagasan bertemu teknologi, dan pendidikan bertemu praktik nyata, yang lahir bukan sekadar tayangan—tetapi karya yang memberi makna dan manfaat bagi sesama.