Mengenal Pendiri PCM Karang Pilang

Ust. Ba'er

Selasa, 4 Oktober 2016 kemarin, tim Jurnalistik SMK MUDA mendapat kesempatan mewawancarai salah satu tokoh pendiri pcm Karangpilang. Beliau adalah bapak Muhammad Ba’er. Lahir di Surabaya, 16 Agustus 1935 dan umur beliau sekarang ialah 81 tahun. Ia merupakan salah satu tokoh pendiri pcm karangpilang. Beliau mendirikan pcm karangpilang bersama dengan beberapa tokoh Muhammadiyah.

Pada tahun 1947 berdirilah pusat Muhammadiyah pertama Karangpilang yang bertempat di jalan Mastrip kedurus, yang sekarang ini menjadi tempat karaoke dan sebuah gereja yang digunakan untuk kebaktian setiap hari minggu. Saat itu pemudanya hanya berjumlah 3 orang saja yaitu pak Ba’er, pak Martono, dan pak suprapto.

Tahun 1948 barulah diresmikan menjadi Ranting Muhammadiyah Kedurus yang merupakan cabang Gresik. Dan pada saat itu cabang dari Gresik tidak seberapa aktif membina Ranting Muhammadiyah Kedurus. Hanya ada satu orang yang aktif membina yaitu bapak Wisatmo. Lalu pada tahun berikutnya, Ranting Muhammadiyah Karangpilang membangun SD Muhammadiyah 15 yang dulu bertempat di sebelah tempat pemotongan sapi milik pak Royis.Dulu SD Muhammadiyah 15 merupakan dari cabang karangpilang, lalu setelah adanya pemecahan diserahkan sesuai dengan daerahnya yaitu cabang Wiyung.

Lalu pada tahun 1964 Ranting Muhammadiyah kedurus berubah menjadi membentuk cabang. Sudah banyak anggota yang bergabung dalam Cabang ini, dan pimpinan pimpinan juga bertambah. Pimpinan pertama di Cabang adalah pak Asbuh. Pak Ba’er juga pernah menjadi pimpinan dalam Cabang Muhammadiyah Karangpilang ini.Cabang karangpilang sekarang hanya membawahi ranting warugunung, karangpilang, kebraon,dan kedurus.

Tahun 1951 beliau mendirikan pandu hw. Awalnya, hw disitubukanlah dari murid muhammadiyah tapi dari anak kampong sekitar. Tiap minggu sore mereka berlatih seperti p3k, mencari jejak, huruf sandi. Nama hw di kedurus pada saat itu adalah Golongan Hijau pasukan Hasanudin, hw Kedurus. Dulu Pak ba’er menjadi bapak athfal, yaitu yang membina anak kecil kecil.

Mendengarkan perjalanan pendidikan pak Ba’er membuat tim jurnalistik menjadi sangat kagum. Bagaimana tidak,pada sekitar tahun 1970 hingga 1975 an beliau pernah diberangkatkan ke ITB dan terbang ke Jepang untuk belajar Elektronika dan Informatika selama satu tahun. Semua itu didapatkan saat beliau telah bekerja di PT INDUSTRI SODA. Beliau bekerja disana hingga pensiun tahun 1989. Pendidikan pak Ba’er setelah STM Listrik berlanjut ke D3 Listrik.

Beliau menceritakan kisah perjalanan hidupnya malam itu dengan penuh semangat. Hingga kita semua yang berada di ruangan itu saat itu juga ikut bersemangat untuk menyimaknya. Sempat ada pertanyaan apa rahasia beliau tetap sehat dan segar hingga menginjak usia 80an. sontak beliau menjawab ternyata beliau selalu bangun jam 2 pagi untuk mandi. Beliau berpendapat bahwa mandi jam 2 pagi adalah cara untuk membangunkan saraf yang tidur dalam tubuh kita. Lalu yang kedua, beliau tidak pernah meninggalkan puasa senin kamis kecuali dalam keadaan sakit parah. Beliau berpendapat kalau puasa senin kamis bisa menghilangkan kolesterol. Dan yang ketiga adalah beliau selalu melaksanakan sholat tahajud 13 rakaat untuk menentramkan hati yang sedang gundah.

“Belajar dan kesalahan itu satu paket. Kalau tidak ada kesalahan itu tidak usah belajar. Barangsiapa yg dapat memperbaiki kesalahan itu adalah ilmunya. Kalau salah diperbaiki. Jangan panik. Kalau dapat memperbaiki, itu adalah ilmunya. Tenang, berusaha keras memperbaiki. Kalau aktif ya pasti ada hasilnya”, begitulah nasihat pak Ba’er sebagai penutup wawancara pada malam itu. Kami sangat beruntung bisa bertemu dan mewawancarai langsung tokoh Muhammadiyah seperti pak Ba’er saat itu. (sep/tjsm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *