Kegiatan Tadarling

Bersihkan Hati Dengan Kegiatan Yang Positif

This slideshow requires JavaScript.

Surabaya,- “Banjir Kegiatan”. Mungkin itu adalah slogan yang tepat untuk melukiskan seabrek kegiatan kesiswaan di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Baru genap seminggu siswa terhanyut dalam euforia kegiatan kesenian Parade Senja di Grahadi, Senin, 24 April 2017, siswa-siswi SMK Muhammadiyah 2 Surabaya kembali mengikuti kegiatan kesiswaan lainnya, yakni, Tadarling (Tadarus Keliling). Kegiatan bertajuk keagamaan tersebut, sejatinya merupakan agenda bulanan kesiswaan yang rutin dilakukan setiap bulannya. Dalam tujuannya, kegiatan Tadarling tesebut diselenggarakan atas dasar guna mempererat tali silaturahim antarsesama, terlebih menambah wawasan keagamaan siswa dan tentunya untuk mengharap ridho Allah SWT.

Pelaksanaan Tadarling bulan ini, bisa dibilang istimewa. Pasalnya, pelaksanaannya bertepatan dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Berangkat dari hari istimewa tersebut, adapun tema pengajian hari itu, tentunya mengulas tentang keistimewaan dan hal yang dapat dipetik dari peristiwa penting umat Islam tersebut. Hj. Umi Faricha selaku muballigh dalam pengajian tersebut menuturkan, setidaknya terdapat empat poin penting isi dari ceramah yang disampaikan yang berlandaskan Surat Al-Isra’ tersebut, pertama, kita sebagai makhluk ciptaan-Nya hendaknya memposisikan diri sebagai hamba yang senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, keyakinan yang harus kita pegang teguh adalah bahwasanya Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuan si hamba. Ketiga, hal yang harus kita pahami bersama adalah bahwa kita hendaknya menghargai waktu karena satu hal pasti yang harus kita yakini bersama adalah waktu tidak akan pernah bisa kembali. Adapun poin keempat adalah tidak ada yang lebih baik yang dapat dilakukan seorang ketika tertimpa musibah, yakni, menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong diri ini. Poin penting lainnya yang tak kalah penting disampaikan muballigh kepada siswa-siswa adalah hendaknya siswa-siswi senantiasa menjaga diri dari segala kemaksiatan yang pada akhirnya hal tersebut berujung pada pembentukkan mental dan karakter yang baik serta terwujudnya akhlakul karimah dalam setiap diri siswa-siswi.

Empat poin tersebutlah yang menjadi konklusi dari kegiatan Tadarling tersebut. Kegiatan yang selalu punya cerita tersendiri tentang bagaimana manjadi seorang muslim yang kaffah. Seorang muslim yang berakhluk karimah dan tentunya berharap selalu mendapatkan perlindungan Allah SWT. SMK Bisa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *