CERITA LDKS SMK MUDA 2019

Kursi Kita

196807b6-26a1-4bc6-81cd-46fea0694fa0

Seperti biasa lantunan lagu Nisa Syabian sebagai nada alarm memanggilku untuk segera menuju ke Masjid dan  melaksanakan Sholat Shubuh sebagai investasiku. Selepas turun dari Masjid, Nasrul sahabatku menghadangi jalanku, “ja, kurang ajar kau, tugas ke luar kota, gak ngajak-ngajak”, senyumku sambil mengatakan, ” halah rul inikan tugas pertamaku, ntar ku traktir deh kalau tugasku sudah selesai”, itu merupakan persuasi kepada sahabatku dari kecil yang susah senang selalu bersama-sama. Sesampainya di kamar, aku menyiapkan peralatan jurnaslisku dari Kamera DSLR hingga catatan kecilku. Handphone ku berbunyi ternyata dari Redakturku untuk segera menuju ke Sekolah, mengetahui hal itu aku segera bergegas menuju ke Sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu.

Tepat 07.30 aku telah sampai di Tujuan dan aku bertemu dengan tim dokumentasi untuk saling sharing tentang tugas kita di tempat Out Bound di Prigen. Memang LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun lalu, yang biasanya bertempat di Claket kali ini Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa SMK Muhammadiyah 2 Surabaya di adakan di TSOT Prigen, pada tanggal 22 – 24 September 2019. Kendaraan transportasipun juga berbeda biasanya menggunakan kendaraan TNI namun sekarang menggunakan bus Pariwisata, sempat ada rasa iri terbesit di hatiku namun itu semua merupakan hal percuma yang saya pikirkan, lebih baik saya fokus dengan tugas. Tapi entah kenapa pandaganku juga ikut fokus kepada seorang wanita yang sedang bercanda gurau bersama kawan-kawanya, dan tatapanku pecah ketika teman dari dokumentasi menepuku yang ternyata minta bantuan untuk membawa peralatan dokomentasi ke dalam mobil.

Tepat pukul 09.00 Kita sudah sampai ditujuan, saya berjalan sambil membawa peralatan dan tidak sengaja melihat wanita yang ku pandangi tadi sedang mengambil barang bawaanya yang terjatuh, secara spontan ku bantu dia, dan kami pun saling bertatapan. Pada saat itu entah kenapa perasaanku tak menentu, seakan-akan aku lupa tugasku di sini. “Hah lupakan saja, aku harus fokus dengan tugasku” kataku sambil menatap wanita itu berlari ke arah kawan-kawanya.  Sesampainya di lokasi saya langsung mencari sudut yang pas untuk mengambil potret yang tepat pada upacara pembukaan, sambil mendengarkan sambutan dari Ibu Hj. Mas’ulah selaku kepala sekolah yang memberi semangat kepada peserta LDKS. Setelah itu para peserta LDKS segera menuju ke kamarnya masing-masing dan dilanjutkan ISHOMA (Istirahat solat dan makan). Setelah itu saya duduk di kursi Kosong di dekat taman bunga sambil menikmati segelas teh hangat, dan secara tidak sengaja aku mendegar suara yang menyapa ku, “Hallo kakak, sendirian saja”, tak banyak bicara ternyata wanita itu adalah wanita yang kupandangi dari sekolah, ternyata dia memperkenalkan dirinya dengan nama Irene.

Tengah hari menuju senja, materi berikuntnya yaitu pembuatan Proposal dan materi etika, disitu para peserta dituntuk untuk menulis proposal dengan baik dan benar tentu saja dengan menggunakan EYD yang tepat dan dilanjutkan dengan materi etika yang diharapkan akan konsisten dan diterapkan sehari-hari untuk para peserta LDKS

Menuju senja yang teduh kembali saya duduk di kursi kosong di dekat taman bunga, dan saat itu saya melihat irene tersenyum sambil melangkah menuju kursi di depanku. “Hai irene” tegurku dulu. “Hai juga kak, hari pertama ini sungguh melelahkan, padahal nanti malam masih ada materi lagi”. Masih banyak cerita yang ia ceritakan. Dan saat itu canda gurau di kursi taman, mulai menimbulkan rasa nyaman, meskipun waktu bertemu hanya sekejab.

Selepas Ishoma pada malam hari materi berikutnya adalah ESQ dan Hipnotherapy. ESQ (Emotional spiritual quostient) adalah sebuah metode pembangunan jiwa yang menggabungkan antara dua unsur kecerdasan, yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) dengan memanfaatkan kekuatan pikiran. Disini para peserta dituntut untuk mengatasi masalah dengan kepala dingin tanpa ada pihak yang dirugikan. Dan berikutnya adalah materi hipnotherapy, suara serangga hutan, dinginya malam yang menusuk tulang dan suasana yang sangat mendukung, sangat membantu trainer untuk memberikan sugesti. Para peserta dibawa kepada rasa nyaman dengan iringan softtone, dan akhirnya para peserta berhasil dibawa kepada sugesti yang positif. Ketika materi hipnotherapy saya melihat irene dengan matanya yang berkaca-kaca dan sedih, entah apa yang ia pikirkan.

Hari ke dua setelah sholat malam sampai mengaji hingga syuruq ada waktu setengah jam untuk melanjutkan kegiatan berikutnya adalah senam. Tanpa sengaja saya melihat irene sudah duduk sendirian di kursi taman, seakan-akan menanti kehadiranku. “pagi-pagi gini wajahmu kog sudah murung, malu tu sama kucing tu” candaku pada pagi itu. Ternyata disaat itu irene menceritakan semua pengalamanya ketika materi hipnotherpy. Singkat cerita ia menceritakan dia merasa mimpi berlari di pantai dengan penuh ceria dan di pantai itu ia membuka usahanya yang diinginkan. “Semoga itu adalah jawaban dari doa-doamu” sebagai motivasi buat irene.

Kegiatan hari kedua merupakan kegiatan yang menguras tenaga, tentu saja diiringi dengan rasa ceria karena materi ini bertujuan untuk rasa saling percaya dan kekompakan dari peserta LDKS. Ketika kegiatan outbound rally, outbound kebersamaan dan flying fox, disini saya banyak mendapatkan potret keceriaan yang natural para peserta LDKS, sebagai interpretasi dari Human Interest. Seperti biasa, ketika memilah foto-foto di kursi taman, terdengar sapaan dari irene, dia bahagia sekali ketika saya tunjukan potret keceriaan dari peserta LDKS, saat itu saya melihat senyumnya dari dekat seperti bulan sabit yang membuat malam tampak indah dengan sinarnya.

Gulita mulai menyelimuti dinginnya malam. Para peserta LDKS sedang mempersiapkan pertujukan pada malam inagurasi. Semua bakat yang dimiliki Siswa akan ditunjukan dihadapan temannya dan guru dengan rasa bangga. Tak ada rasa canggung dan malu di raut wajah mereka, yang ada hanya penampilan terbaik dari mereka untuk memeriahkan malam inagurasi. Ingin rasanya pada malam itu, ku ajak dia duduk di kursi taman sambil menikamti rasi bintang yang terlihat jelas, tapi karena etika dan moral yang telah diajarkan pada LDKS, ku urungkan niat itu.

Secangkir teh hangat dan biskuit, membuka tugas hari ketigaku namun bedanya kursi itu ditempati oleh kawanku, dan irene bersama dengan kawan-kawanya juga. Namun kami saling pandang tanpa bicara, sepertinya dia tau dihatiku tertera susuatu yang ingin dijelaskan, namun tak tersampaikan. Akhirnya kuputuskan untuk menyampaikannya ketika pulang ke Surabaya. Dan aku melanjutkan tugas saya dengan mengambil momen-momen ketika acara penutupan dengan adanya siswa dan kelompok yang terbaik.

Sekitar pukul 10.15 kami semua tiba di surabaya dengan selamat. Ingin ku berikan hasil potretan gambarnya yang sudah ku cetak sebagai sesuatu yang spesial. namun rasa bangga itu mulai sirna ketika dia mengenalkan tunangannya yang saat itu mejemputnya. Dengan perasaan yang kecewa saya menjabat tangan tunangannya dengan senyum palsu untuk menunjukan rasa respeck. Lalu aku pergi meninggalkan mereka dengan alasan melanjutkan tugasku, dan ku anggap itu semua merupakan hal terindah Meskipun kebahagian itu ada di “Kursi Kita”. (Gubahan R.)

e91ffec6-e007-41bb-b31e-bda8fff65b83 851b95d5-8ccf-48b9-a6b8-6789a465fac1 20af9874-4e1d-4d59-bdac-d1160bb7619a 7b1f350f-f1be-4a57-8b03-b621cf879455 e8bd4431-a94b-4ea3-93d1-3e683b336a30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *